Asisten AI

Pada tanggal 29 Februari 2024, tragedi memilukan kembali terjadi di Gaza utara, menambah daftar panjang kekejaman yang telah terjadi di wilayah tersebut. Lebih dari 100 warga Palestina yang tidak berdaya, mencari asupan makanan untuk bertahan hidup, menjadi korban kebrutalan tentara Israel. Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling mematikan sejak konflik berkecamuk antara Israel dan Gaza.

Kronologi Pembantaian

Di pagi hari yang dingin, truk-truk bantuan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di Jalan Haroun Al Rasheed, Gaza Barat, di lingkungan Sheikh Ajleen. Warga Palestina yang sudah lama kelaparan, dengan harapan yang tinggi, berkerumun di sekitar truk-truk bantuan tersebut. Namun, apa yang seharusnya menjadi momen penyaluran bantuan kemanusiaan, berubah menjadi adegan pembantaian ketika tentara Israel mulai menembak ke arah kerumunan yang tidak bersenjata itu.

Menurut saksi mata dan laporan Kementerian Kesehatan di Gaza, insiden tersebut mengakibatkan kematian 112 orang dan melukai lebih dari 760 lainnya. Militer Israel, dalam keterangannya, mengakui telah menembaki orang-orang yang dianggapnya sebagai ancaman, namun narasi ini sangat bertentangan dengan kesaksian dari lapangan yang menunjukkan korban mayoritas adalah sipil yang tidak berbahaya.

Kronologis Detil

  1. Pembantaian Terencana: Pada Kamis, 29 Februari 2024, lebih dari 100 warga sipil Palestina dibunuh oleh tentara Israel saat mereka berkumpul untuk mendapatkan bantuan pangan di Gaza Utara, menurut laporan dari pejabat Palestina dan saksi mata.

  2. Kerumunan Mencari Harapan: Warga Palestina yang sudah putus asa dan kelaparan berkumpul di sekitar truk-truk bantuan yang baru tiba di Kota Gaza bagian barat, dengan harapan mendapatkan makanan untuk bertahan hidup.

  3. Tembakan Tanpa Peringatan: Saksi mata menyatakan bahwa kepanikan dan kekacauan dimulai ketika tentara Israel mulai menembak ke arah kerumunan tanpa memberikan tembakan peringatan terlebih dahulu, menyalahi klaim militer Israel yang mengatakan mereka telah memberikan peringatan.

  4. Korban Berjatuhan: Banyak korban meninggal setelah ditabrak oleh truk dalam kepanikan yang terjadi setelah penembakan. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa 112 orang tewas dan lebih dari 760 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

  5. Tanggapan Internasional dan Kecaman: Insiden ini mendapat kecaman internasional, termasuk dari PBB dan beberapa negara yang mengecam tindakan Israel sebagai pembantaian yang tidak dapat dibenarkan. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Hamas menyalahkan Israel atas "pembantaian keji" ini.

  6. Penolakan Narasi Israel: IDF (Pasukan Pertahanan Israel) mengklaim telah memberikan tembakan peringatan dan menuduh warga Palestina menyerbu truk bantuan dan menjarahnya. Namun, narasi ini ditolak oleh saksi mata dan pejabat Palestina, yang menyebut bukti video dan kesaksian menunjukkan sebaliknya.

  7. Krisis Kemanusiaan Meningkat: Insiden ini terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza, dengan PBB memperingatkan tentang risiko kelaparan yang tinggi di wilayah tersebut dan jumlah korban tewas selama konflik yang terus bertambah.

  8. Tuntutan Gencatan Senjata dan Bantuan Kemanusiaan: Meningkatnya korban jiwa memperumit upaya negosiasi untuk gencatan senjata dan penyaluran bantuan kemanusiaan, dengan komunitas internasional mendesak agar akses bantuan dan perlindungan bagi warga sipil diprioritaskan.

  9. Kecaman terhadap Aksi Militer Israel: Aksi militer Israel yang menyebabkan korban jiwa sipil dalam jumlah besar ini dikecam sebagai bagian dari tindakan agresi dan genosida terhadap rakyat Palestina, dengan desakan untuk pertanggungjawaban dan penyelidikan independen atas insiden tersebut.

Tanggapan Internasional dan Kecaman terhadap Israel

Pembantaian ini menarik kecaman keras dari berbagai pihak internasional. Pemerintah Prancis menyatakan bahwa "penembakan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga sipil yang mencoba mengakses makanan" adalah tindakan yang "tidak dapat dibenarkan". Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyatakan kekhawatirannya bahwa insiden ini akan mempersulit negosiasi gencatan senjata.

Kementerian Kesehatan di Gaza, yang dikelola oleh Hamas, menyalahkan Israel secara langsung atas pembantaian tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari genosida yang sedang dilakukan terhadap rakyat Palestina. Lebih jauh, insiden ini membuktikan kegagalan komunitas internasional dalam melindungi warga sipil dan menegakkan hukum internasional di Palestina.

Dampak yang Lebih Luas

Tragedi ini terjadi di tengah kondisi kemanusiaan yang sudah sangat mengerikan di Gaza, dengan lebih dari setengah juta orang di ambang kelaparan, menurut laporan dari badan-badan PBB. Kematian dan kehancuran yang disebabkan oleh serangan-serangan Israel telah menyulitkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut, meninggalkan banyak warga Palestina tanpa akses ke kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih.

Pernyataan Resmi Hamas

Hamas, dalam pernyataan resminya, menyebut pembantaian tersebut sebagai bagian dari "perang kelaparan" yang dilakukan oleh "entitas Zionis kriminal" terhadap rakyat Palestina, dengan tujuan mengusir mereka dari tanah mereka dan menghapuskan penyebab Palestina. Organisasi tersebut menyerukan tindakan mendesak dari Liga Negara Arab dan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pembunuhan massal dan pembersihan etnis di Gaza. Hamas juga meminta dukungan global dan tindakan dari negara-negara Arab untuk mengakhiri kepungan Zionis dan mendesak penyediaan bantuan makanan dan medis segera ke Jalur Gaza.


Pembantaian brutal di Gaza ini adalah peringatan keras tentang krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung dan kegagalan kolektif dalam melindungi hak-hak dasar warga Palestina. Tindakan militer Israel yang tidak proporsional terhadap warga sipil yang mencari bantuan menunjukkan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia. Dunia harus bersatu dalam mengecam kekejaman ini dan mendesak solusi damai yang adil dan berkelanjutan untuk Palestina.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka