Rita Susmito

Sahabat Brainy, perkembangan emosional anak merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua. Mengapa? Karena dengan memahami perkembangan emosional anak, kita dapat mengetahui kondisi emosional mereka dan mencegah terjadinya tantrum yang abnormal.

Orang tua sedang memarahi anak yang sedang tantrum

Sebenarnya, tantrum adalah hal yang normal terjadi pada anak usia 1 hingga 4 tahun. Tantrum adalah cara anak mengekspresikan kekesalan mereka. Tantrum yang normal biasanya hanya berupa tangisan dan rengekan. Seiring bertambahnya usia, tantrum akan berkurang dengan sendirinya.

Umumnya, tantrum normal terjadi pada anak usia 18 bulan hingga 4 tahun. Frekuensi tantrum normal hanya beberapa kali dalam seminggu dan sesuai dengan usia anak. Misalnya, anak usia 1 tahun biasanya mengalami tantrum 8 kali seminggu, anak usia 2 tahun 9 kali seminggu, anak usia 3 tahun 6 kali seminggu, dan anak usia 4 tahun 5 kali seminggu.

Nah, penting bagi orang tua untuk mengetahui tahap perkembangan emosional anak agar dapat mencegah tantrum abnormal. Berikut adalah tahapan perkembangan emosional anak berdasarkan usia:

Tahapan Perkembangan Emosional Anak

Usia Perkembangan Emosional
1 bulan Membedakan suara ibu; Menangis karena distress
2 bulan Merespon suara dan membalas senyuman
3 bulan Memberikan ekspresi terhadap sesuatu yang mengganggu
4 bulan Tersenyum saat melihat atau mendengar suara yang menyenangkan
5 bulan Mengenal siapa yang mengasuhnya dan membentuk hubungan dengan pengasuh
6 bulan Cemas dengan orang yang tidak dikenal
7 bulan Melihat objek dan orang tua secara bergantian saat membutuhkan bantuan
8 bulan Mengetahui pergerakan orang dewasa
9 bulan Menggunakan suara untuk menarik perhatian
10 bulan Mencari terutama saat namanya dipanggil
11 bulan Memberi sesuatu ke orang dewasa untuk didemonstrasikan
12 bulan Menunjukkan benda yang disukai
13 bulan Bermain sendiri dengan barang kesukaan dan menunjukkan sesuatu yang disukai pengasuh
14 bulan Menunjuk saat tertarik sesuatu
15 bulan Menunjukkan rasa empati seperti membalas pelukan
16 bulan Dapat mencari pengasuhnya dan malu saat diperhatikan orang
18 bulan Bisa mensimulasikan permainan seperti bermain masak-masakan
20 bulan Mulai berpikir tentang rasa seperti bermain boneka dengan ekspresi
21 bulan Mulai menunjukkan perilaku menentang
24 bulan Mulai mengendalikan emosi untuk mengikuti etika
28 bulan Cemas berpisah mulai berkurang
30 bulan Mengikuti aktivitas orang tua seperti menyapu atau mengepel
33 bulan Mulai mencoba membantu pekerjaan rumah
3 tahun Mulai berbagi dengan atau tanpa diminta dan dapat menggunakan kata untuk mendeskripsikan apa yang dipikirkan
4 tahun Tertarik untuk "menipu" orang lain dan khawatir tertipu serta dapat menunjukkan rasa bahagia, takut, dan marah pada diri sendiri
5 tahun Mempunyai kelompok teman bermain dan mampu menyampaikan permintaan maaf ketika memiliki salah
6 tahun Mampu membedakan fantasi dan kenyataan

Perkembangan emosional tersebut dapat menjadi acuan bagi orang tua ketika anak mengalami tantrum. Tantrum abnormal adalah luapan emosi yang berlebihan dan dapat menyebabkan luka untuk diri sendiri maupun orang lain.

Tantrum abnormal bisa terjadi pada siapa saja, namun biasanya paling sering terjadi pada anak berkebutuhan khusus seperti Autism Spectrum Disorder (ASD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), disabilitas intelektual, dan gangguan bahasa.

Perbedaan Tantrum Normal dan Abnormal

Tantrum normal berbeda dengan tantrum abnormal. Tantrum normal berlangsung dalam waktu yang lebih singkat dan tidak sehebat tantrum abnormal. Pada tantrum normal, ada akhir dari luapan emosi tersebut, sedangkan tantrum abnormal berlangsung terus menerus. Inilah yang terjadi pada anak berkebutuhan khusus.

Penyebab Tantrum

Beberapa penyebab tantrum antara lain:

  • Kondisi fisiologi: lelah, lapar, bosan, frustasi
  • Masalah kesehatan
  • Adanya penolakan ketika menginginkan sesuatu
  • Belum memiliki keterampilan coping yang matang
  • Pola asuh orang tua yang otoriter dan peraturan tidak konsisten
  • Adanya masalah dengan lingkungan keluarga dan sosial

Sahabat Brainy, dengan memahami perkembangan emosional anak, kita dapat memberikan dukungan dan arahan yang tepat untuk membantu mereka mengelola emosi dengan baik.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka