Rita Susmito

Hai, Sahabat Brainy! Pernah dengar tentang penyakit Multiple Sclerosis (MS)? Penyakit ini mungkin masih terdengar asing, tapi cukup banyak, lho, yang mengalaminya. Yuk, kita bahas bareng-bareng!

Apa Itu Multiple Sclerosis?

Singkatnya, Multiple Sclerosis itu seperti konsleting dalam sistem saraf kita. Coba bayangkan kabel listrik yang dilindungi oleh lapisan isolator. Nah, lapisan isolator ini ibarat myelin, yaitu lapisan pelindung saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Pada penderita MS, sistem kekebalan tubuhnya justru menyerang myelin ini. Akibatnya, aliran sinyal saraf dari otak ke seluruh tubuh jadi terganggu, deh. Gangguan ini bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti:

  • Otot melemah
  • Penglihatan terganggu
  • Mati rasa
  • Sulit berkonsentrasi

Saraf Multiple Sclerosis

Di Indonesia sendiri, kasus MS memang tidak sebanyak penyakit lainnya. Namun, data menyebutkan ada sekitar 30 kasus per 100.000 orang. Biasanya, penyakit ini menyerang orang-orang di usia produktif, yaitu antara 30-40 tahun. Tapi, bukan berarti anak-anak dan orang tua bebas dari risiko, ya!

Jenis-jenis Multiple Sclerosis

Setiap orang bisa mengalami MS dengan cara yang berbeda-beda. Ada beberapa jenis MS, yaitu:

  1. Clinically Isolated Syndrome (CIS): Peradangan dan kerusakan myelin yang jadi tanda awal kemungkinan MS.
  2. Relapsing Remitting Multiple Sclerosis (RRMS): Gejala muncul tiba-tiba dan bisa hilang dengan sendirinya.
  3. Secondary Progressive Multiple Sclerosis (SPMS): Kerusakan saraf semakin parah seiring waktu, meskipun gejalanya bisa hilang timbul.
  4. Primary Progressive Multiple Sclerosis (PPMS): Kerusakan saraf terus memburuk dari waktu ke waktu.

Apa Penyebab Multiple Sclerosis?

Penyebab pasti MS masih menjadi misteri, Sahabat Brainy. Namun, para ahli menduga ada beberapa faktor yang berperan, seperti:

  • Faktor Genetik: Punya orang tua atau saudara dengan MS meningkatkan risiko.
  • Usia: Biasanya menyerang usia 20-40 tahun.
  • Jenis Kelamin: Perempuan lebih rentan terkena MS dibandingkan laki-laki.
  • Merokok: Zat kimia dalam rokok bisa merusak saraf.
  • Infeksi: Beberapa virus seperti Epstein-Barr, Herpes, dan bakteri diduga dapat memicu MS.
  • Kekurangan Vitamin D: Vitamin D penting untuk sistem kekebalan tubuh.
  • Kekurangan Vitamin B12: Vitamin B12 berperan dalam produksi myelin.

Gejala-gejala Multiple Sclerosis

Gejala MS sangat bervariasi pada setiap orang, bahkan bisa berbeda setiap kali kambuh. Beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Penglihatan terganggu: Pandangan kabur, ganda, atau bahkan kehilangan penglihatan.
  • Kelemahan otot: Terutama di tangan, kaki, dan wajah.
  • Mati rasa atau kesemutan: Terasa di berbagai bagian tubuh.
  • Mudah lelah: Bahkan saat melakukan aktivitas ringan.
  • Gangguan keseimbangan: Sulit berjalan, mudah terjatuh.
  • Gangguan kognitif: Sulit mengingat, berkonsentrasi, dan memproses informasi.
  • Kejang otot: Otot terasa kaku dan nyeri.
  • Gangguan emosional: Mudah cemas, depresi, dan perubahan suasana hati.

Pentingnya Konsultasi ke Dokter

Ingat, Sahabat Brainy, MS itu unik pada setiap orang. Jadi, penting banget untuk segera berkonsultasi ke dokter jika kamu merasakan gejala-gejala yang mencurigakan. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mengelola gejala dan mencegah kerusakan saraf yang lebih parah.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya! Stay healthy, Sahabat Brainy!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka