Michael Leonardo

Kondisi bangkai bus dan motor yang terlibat kecelakaan di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024). Hingga Sabtu (11/5) malam, petugas gabungan dari BPBD, Polri, TNI dan Damkar masih mendata jumlah korban meninggal dunia dan korban luka-luka pada kecelakaan tersebut.

Hai sahabat Brainy,

Kecelakaan bus yang merenggut nyawa pelajar SMK Lingga Kencana beberapa waktu lalu menambah daftar panjang tragedi serupa di Indonesia. Investigasi mengungkapkan bahwa bus tersebut melanggar sejumlah aturan, termasuk tidak memiliki izin angkut dan uji kelayakan laik jalannya yang sudah kedaluwarsa.

Nah, sahabat Brainy, tahukah kalian? Ternyata ketidaktertiban pengusaha bus dalam mengurus izin dan uji kelayakan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan bus di Indonesia. Padahal, pendaftaran dan pengurusan izin saat ini sudah dipermudah secara daring.

Mirisnya, pengawasan terhadap bus pariwisata masih sangat lemah. Padahal, seharusnya ada sanksi tegas bagi pengusaha yang lalai memenuhi kewajibannya. Menurut pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, sudah selayaknya perusahaan bus yang bersikap tidak tertib diberi sanksi.

"Selama ini, selalu sopir yang dijadikan kambing hitam dalam setiap kecelakaan bus. Sudah saatnya pengusaha bus juga ikut diperkarakan," tegas Djoko.

Sahabat Brainy, tidak hanya busnya yang bermasalah, sebagian besar bus pariwisata yang terlibat kecelakaan juga merupakan bus bekas trayek antarkota. Korban yang berjatuhan pun memiliki pola yang sama, yaitu tidak adanya sabuk pengaman dan kondisi bodi bus yang keropos.

"Pemerintah sebenarnya sudah membuat aturan batas usia kendaraan bus, tetapi tidak dijalankan dengan konsisten. Bus-bus tua yang masih layak jalan tetap dioperasikan," ujar Djoko.

Selain pengusaha bus, panitia penyelenggara atau event organizer yang menawarkan tarif bus murah juga tidak lepas dari tanggung jawab. Sahabat Brainy perlu kritis dalam memilih jasa penyewaan bus. Jangan sampai tergiur harga murah yang bisa membahayakan keselamatan.

Agar tidak terjadi kejadian serupa, setiap sekolah yang mengadakan wisata menggunakan bus wajib meminta pengusaha bus untuk menunjukkan surat izin dan bukti uji kelayakan kendaraannya. Panitia juga harus menyediakan dua pengemudi dan tempat istirahat yang layak bagi mereka.

Sahabat Brainy, keselamatan adalah hal yang utama. Jangan pernah mengabaikan hal-hal yang dapat membahayakan nyawa. Ingat, kita berhak mendapatkan layanan transportasi yang aman dan layak.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka