Michael Leonardo

Halo, Sahabat Brainy! Ada kabar terbaru nih dari kasus korupsi timah yang sedang panas-panasnya di Indonesia. Kejaksaan Agung (Kejagung) baru aja menetapkan satu tersangka baru, lho! Siapa dia? Yuk, kita simak berita selengkapnya!

Update kasus korupsi timah di wilayah IUP PT Timah Tbk 2015-2022

Mantan Dirjen Minerba Jadi Tersangka Baru

Kejagung menetapkan Bambang Gatot Ariyono (BGA) sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah periode 2015-2022. Bambang menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM dari tahun 2015 hingga 2020.

Bambang diduga mengubah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2019 dengan mengabaikan prosedur. Akibatnya, RKAB yang seharusnya berjumlah 30.217 metrik ton membengkak menjadi 68.300 metrik ton, atau naik hingga 100 persen!

Atas perbuatannya, Bambang dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3, juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Saat ini, ia ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari untuk keperluan penyidikan.

Total Tersangka Mencapai 22 Orang

Dengan ditetapkannya Bambang sebagai tersangka, total sudah ada 22 orang yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi timah ini, lho! Selain itu, sudah ada 200 orang yang diperiksa sebagai saksi.

Berikut daftar lengkap 22 tersangka kasus korupsi timah di wilayah IUP PT Timah 2015-2022:

  1. SW, mantan Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung periode 2015-2018
  2. BN, mantan Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung periode Maret 2019
  3. AS, mantan Kepala Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung
  4. Hendry Lie (HL), pemilik manfaat PT Tinido Inter Nusa (TIN)
  5. Fandy Lingga (FL), marketing PT TIN
  6. Toni Tamsil (TT) alias Akhi, adik Tamron Tamsil, tersangka perintangan penyidikan
  7. Suwito Gunawan (SG), Komisaris PT Stanindo Inti Perkasa (SIP)
  8. MB Gunawan (MBG), Direktur PT SIP
  9. Tamron Tamsil alias Aon (TN), pemilik manfaat CV Venus Inti Perkasa (VIP)
  10. Hasan Tjhie (HT) alias ASN, Direktur Utama CV VIP
  11. Kwang Yung alias Buyung (BY), mantan Komisaris CV VIP
  12. Achmad Albani (AA), Manajer Operasional Tambang CV VIP
  13. Robert Indarto (RI), Direktur Utama PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS)
  14. Rosalina (RL), General Manager PT TIN
  15. Suparta (SP), Direktur Utama PT Refined Bangka Tin (RBT)
  16. Reza Andriansyah (RA), Direktur Pengembangan Usaha PT RBT
  17. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT), mantan Direktur Utama PT Timah 2016-2011
  18. Emil Ermindra (EE), mantan Direktur Keuangan PT Timah 2017-2018
  19. Alwin Akbar (ALW), mantan Direktur Operasional dan mantan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah.
  20. Helena Lim (HLN), manajer PT QSE
  21. Harvey Moeis (HM), perpanjangan tangan PT RBT
  22. Bambang Gatot Ariono (BGA), mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM periode 2015-2020.

Kerugian Negara Mencapai Rp300 Triliun!

Berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara akibat kasus korupsi timah ini ternyata lebih besar dari perkiraan awal, lho!

Angka kerugian negara yang semula ditaksir mencapai Rp217 triliun, ternyata membengkak menjadi Rp300,003 triliun! Angka yang fantastis, ya?

Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, menjelaskan bahwa audit dilakukan atas permintaan Kejagung dengan melibatkan para ahli untuk menghitung kerugian negara. Angka Rp300 triliun tersebut, menurut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, nantinya akan didakwakan sebagai kerugian negara, bukan kerugian perekonomian negara.

Saat ini, kasus korupsi timah ini telah memasuki tahap akhir pemberkasan. Kejagung menargetkan pelimpahan kasus ke pengadilan bisa dilakukan pada pekan depan.

Wah, semoga kasus korupsi timah ini bisa segera dituntaskan ya, Sahabat Brainy! Biar nggak ada lagi deh korupsi di negeri tercinta ini!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka