Michael Leonardo

Hai, Sahabat Brainy! Tahukah kamu kalau setiap tanggal 1 Juni, kita memperingati Hari Lahir Pancasila? Nah, momentum ini bukan sekadar hari libur nasional biasa, lho. Tanggal ini menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan dalam merumuskan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.

Penasaran bagaimana sih sejarah di balik ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila? Yuk, simak ulasan lengkapnya!

Peran BPUPKI dalam Perumusan Pancasila

Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni tidak lepas dari peran Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada 29 Mei - 1 Juni 1945, BPUPKI menggelar sidang pertamanya di Gedung Chuo Sangi In (sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila) di Jakarta.

Lambang negara Garuda Pancasila. Momen Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni mengingatkan pada proses perumusan ideologi dan dasar negara Republik Indonesia tersebut.

Sidang pertama ini bertujuan untuk merancang dasar negara Indonesia. Pada 1 Juni 1945, Presiden pertama kita, Ir. Soekarno, menyampaikan pidato yang berisi gagasan dasar negara Indonesia merdeka. Pidato inilah yang kemudian kita kenal sebagai momen lahirnya Pancasila.

Meskipun saat itu pidatonya belum memiliki judul, mantan ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat kemudian menamainya "Lahirnya Pancasila". Gagasan Soekarno ini pun disambut baik dan diterima oleh anggota BPUPKI lainnya.

Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara

Meskipun sudah dicetuskan pada 1 Juni 1945, Pancasila baru disahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Sidang PPKI pertama tanggal 18 Agustus 1945.jpg

Kata "Pancasila" sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, lho! "Panca" artinya lima, sedangkan "Sila" artinya dasar atau asas.

Kesaksian Bung Hatta tentang Lahirnya Pancasila

Kisah tentang pidato Soekarno yang menjadi tonggak sejarah lahirnya Pancasila juga diabadikan oleh Bung Hatta dalam wasiatnya yang ditulis pada 16 Juni 1978. Wasiat ini ditujukan kepada Guntur Soekarnoputra, putra pertama Soekarno dan Fatmawati.

Dalam wasiatnya, Bung Hatta bercerita bahwa saat itu Dr. Radjiman Wedyodiningrat selaku Ketua BPUPKI melontarkan pertanyaan penting kepada anggota sidang: "Negara Indonesia merdeka yang akan kita bangun itu, apa dasarnya?"

Banyak anggota sidang yang ragu-ragu menjawab karena khawatir memicu perdebatan filosofis yang panjang. Namun, Soekarno dengan lantang menjawab pertanyaan tersebut melalui pidato "Lahirnya Pancasila".

Pidato Soekarno yang menggugah itu pun disambut meriah oleh peserta sidang. Setelah pidato tersebut, dibentuklah Panitia Kecil beranggotakan 9 orang untuk merumuskan kembali Pancasila yang telah dicetuskan Bung Karno.

Peran Panitia 9 dalam Penyempurnaan Pancasila

Panitia 9 yang terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H.A. Salim, Ahmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Muhammad Yamin kemudian menyempurnakan rumusan Pancasila, termasuk mengubah urutan sila-silanya.

Berikut adalah perubahan yang dilakukan oleh Panitia 9:

Rumusan Soekarno Rumusan Panitia 9
Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya Ketuhanan Yang Maha Esa
Internasionalisme atau Perikemanusiaan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kebangsaan Indonesia Persatuan Indonesia
Mufakat atau Demokrasi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Keadilan Sosial Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Hasil penyempurnaan ini kemudian diserahkan kepada PPKI pada 22 Juni 1945 dan dikenal dengan sebutan "Piagam Jakarta".

Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila

Pada 1 Juni 1964, bertepatan dengan hari ulang tahun Pancasila yang ke-19, Presiden Soekarno menginstruksikan agar setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Soekarno merasa prihatin karena banyak masyarakat yang mulai melupakan Pancasila.

Sejak saat itu, peringatan Hari Lahir Pancasila rutin dilaksanakan setiap tahunnya hingga tahun 1966.

Pelarangan Peringatan Hari Lahir Pancasila di Era Soeharto

Setelah Soeharto menjabat sebagai presiden, peringatan Hari Lahir Pancasila dihentikan. Soeharto lebih memilih untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober.

Penetapan Hari Kesaktian Pancasila ini merupakan salah satu upaya Soeharto untuk menghapus jejak-jejak peninggalan Soekarno.

Peringatan Kembali Hari Lahir Pancasila di Era Jokowi

Pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo kembali menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Sejak tahun 2017, tanggal 1 Juni resmi menjadi hari libur nasional untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Nah, Sahabat Brainy, itulah sejarah di balik ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka