Michael Leonardo

Halo sahabat Brainy! Ada kabar mengejutkan nih dari Antarktika. Rusia baru-baru ini menemukan cadangan minyak dan gas raksasa di sana, tepatnya di wilayah yang sebagiannya diklaim oleh Inggris. Bayangin aja, jumlahnya hampir 511 miliar barel minyak! Itu sepuluh kali lipat produksi Laut Utara selama 50 tahun lho.

Penemuan ini bikin banyak pihak khawatir, karena Antarktika sejatinya dilindungi oleh Perjanjian Antarktika tahun 1959. Perjanjian ini melarang segala bentuk eksploitasi mineral atau minyak di kawasan tersebut.

Ilustrasi gurun kutub. Antartika adalah gurun terbesar di dunia.

Rusia Mengaku Hanya Melakukan Penelitian Ilmiah

Rusia sendiri bersikeras bahwa mereka hanya melakukan penelitian ilmiah di Antarktika. Klaim ini didukung oleh pernyataan seorang anggota parlemen Inggris, yang mengatakan bahwa departemennya mempercayai jaminan Rusia.

Tapi, para ahli di Antarktika justru skeptis. Mereka mengingatkan bahwa "mempercayai Rusia untuk mematuhi kewajibannya adalah hal yang naif", apalagi melihat sepak terjang Rusia di Ukraina. Hmm… jadi serba salah ya, sahabat Brainy.

Benarkah Rusia Berniat Mengeksploitasi Minyak?

Seorang profesor geopolitik dan ahli Antarktika mengatakan bahwa aktivitas Rusia lebih menjurus ke pencarian minyak dan gas, bukan penelitian ilmiah murni.

Apalagi, badan Rusia yang bertanggung jawab atas penemuan ini, Rosgeo, memang terkenal getol dalam mencari cadangan mineral untuk eksploitasi komersial. Duh!

Situasi ini tentu bikin banyak pihak was-was. Isu ini kemungkinan bakal jadi perdebatan sengit dalam pertemuan tahunan para penandatangan Perjanjian Antarktika. Wah, semoga saja Antarktika tetap aman ya!

Kenapa Ada Minyak di Antarktika?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kok bisa ada minyak di Antarktika yang dingin dan penuh es?

Jadi gini, sahabat Brainy. Di masa prasejarah, Antarktika punya iklim yang lebih hangat dan dipenuhi vegetasi. Kondisi ini memungkinkan terbentuknya cadangan bahan bakar fosil seperti minyak dan gas.

Ketegangan Global Mengancam Antarktika

Para ahli juga khawatir bahwa ketegangan global, seperti konflik Ukraina dan persaingan antara China dan Amerika Serikat, dapat mengancam masa depan Antarktika.

Perjanjian Antarktika sendiri akan ditinjau kembali pada tahun 2048. Tapi, negara mana pun bisa keluar dari perjanjian ini kapan saja.

Profesor Alan Hemmings, seorang komandan stasiun Survei Antarktika Inggris, mengatakan bahwa ketegangan yang meningkat dapat menghancurkan perjanjian yang melindungi Antarktika dari pembangunan dan eksploitasi.

Intinya, masa depan Antarktika berada di ujung tanduk, sahabat Brainy. Semoga saja semua pihak bisa menahan diri dan memprioritaskan kelestarian benua beku ini.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka