Michael Leonardo

Sahabat Brainy, lagi heboh nih di media sosial, banyak banget poster bertuliskan "All Eyes on Papua". Poster ini muncul barengan sama poster yang nyeritain penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Ternyata, poster ini dibuat buat nyuarain aspirasi masyarakat adat di Papua yang hutannya lagi "terancam".

Ilustrasi poster All Eyes on Papua

Hutan Adat Dijadikan Perkebunan Sawit?

Jadi, "All Eyes on Papua" ini intinya tentang masyarakat adat Awyu dan Moi yang minta hutan adat mereka dikembalikan. Hutan mereka ini kabarnya udah dijadiin perkebunan kelapa sawit lewat Proyek Tanah Merah.

Proyek ini dijalankan oleh tujuh perusahaan, lho! Ada juga satu perusahaan lain yang dapat izin lingkungan untuk buka perkebunan sawit di hutan adat marga Moro, yang merupakan bagian dari suku Awyu.

Gak terima hutan adat mereka digusur gitu aja, Suku Awyu dan Moi sampe ngadain aksi damai di depan Gedung Mahkamah Agung (MA). Mereka nuntut MA buat mbatalin izin perusahaan-perusahaan sawit itu.

Suku Awyu dan Moi Gak Tinggal Diam!

Suku Awyu sendiri udah ngajuin gugatan ke pengadilan buat ngelawan perusahaan-perusahaan sawit itu. Begitu juga dengan Suku Moi, yang lagi berjuang ngelawan salah satu perusahaan yang ngebuka perkebunan sawit di hutan adat mereka.

Mengenal Suku Awyu dan Moi

Buat kamu yang belum tau, Suku Awyu itu salah satu dari ratusan suku adat di Papua. Mereka tinggal di beberapa wilayah di Kabupaten Mappi dan Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Kalo Suku Moi, mereka tinggal di sebagian wilayah Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Suku Moi ini terkenal jago banget melayar, sahabat Brainy!

Nah, sekarang kamu udah tau kan kenapa "All Eyes on Papua" lagi ramai dibicarakan? Semoga aja masalah ini bisa cepet selesai dan hutan adat Suku Awyu dan Moi bisa kembali seperti semula, ya!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka