Michael Leonardo

Hai sahabat Brainy! Sebagai warga negara Indonesia, kita pasti bangga dengan tanah air kita tercinta. Siapa sih yang nggak mau hidup di negeri yang adil, makmur, dan tentram? Tapi ada satu hal yang bikin saya mikir, kok kayaknya ada yang kurang pas ya?

Di satu sisi, kita wajib sekolah, tapi di sisi lain, kewajiban itu ternyata harus dibayar. Padahal, di UUD 1945 kan jelas-jelas tertulis bahwa pemerintah yang wajib memenuhi hak rakyat untuk mendapatkan pendidikan.

Pendidikan gratis itu bukan hal yang mustahil lho, sahabat Brainy. Buktinya, negara-negara seperti Brunei, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, dan bahkan Jerman, bisa menyelenggarakan pendidikan gratis.

Sayangnya, setiap saya coba kasih contoh negara-negara tersebut, selalu aja ada yang bilang, "Ya iyalah, negara-negara itu kan kaya!".

Oke, saya tunggu sampai Indonesia jadi anggota G-20, yang katanya sih berarti Indonesia udah termasuk negara kaya. Eh, ternyata pendidikan di Indonesia tetap aja nggak gratis-gratis!

BEM USU berdialog dengan rektor USU saat unjuk rasa kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di Biro Rektor USU, Rabu (8/5/2024).

Secara formal sih, pendidikan di Indonesia dinyatakan gratis, tapi kenyataannya, rakyat masih dibebani berbagai macam biaya terselubung. Mulai dari uang pangkal, uang gedung, uang buku, uang alat tulis, uang seragam, uang tas, uang study tour, uang ujian, uang wisuda, uang foto wisuda, uang sewa baju toga, uang ijazah, uang semester, uang plester, uang kuliah, uang bolos kuliah, dan entah apalagi.

Kreativitas menciptakan biaya pendidikan ini sukses bikin rakyat Indonesia makin susah. Banyak yang terjerat hutang pinjol dan rentenir yang makin hari makin merajalela. Bahkan, ada suami yang tega membunuh istrinya gara-gara terlilit hutang pinjol buat bayar sekolah anak mereka.

Karena sedih banget ngeliatin tragedi biaya pendidikan di Indonesia, saya coba cari tahu tentang negara-negara yang pastinya lebih miskin, atau minimal nggak lebih kaya dari Indonesia, yaitu Kuba dan Korea Utara.

Ternyata saya salah besar! Pemerintah Kuba dan Korut justru terbukti mampu menggratiskan pendidikan untuk rakyatnya, mulai dari TK sampai tingkat doktoral.

Akhirnya, saya berhenti berharap soal pendidikan di Indonesia yang sekarang punya slogan keren "Merdeka Belajar". Sayangnya, kita belum merdeka dari belenggu biaya pendidikan.

Kesimpulannya, pendidikan sebenarnya bisa digratiskan kalau pemerintah mau.

  • Kalau mau, pasti bisa.
  • Kalau nggak mau, pasti nggak bisa.
  • Kalau nggak bisa, berarti sebenarnya nggak mau.

Kalau Kuba dan Korut aja bisa menggratiskan pendidikan, saya yakin Indonesia pasti lebih bisa. Asal MAU! MERDEKA!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka