Michael Leonardo

Hai sahabat Brainy! Kabar terbaru nih, pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 resmi menghapus kelas BPJS Kesehatan 1, 2, dan 3. Sebagai gantinya, diperkenalkan sistem baru bernama Kelas Rawat Inap Standar atau disingkat KRIS.

Kelas BPJS Kesehatan dihapus diganti sistem KRIS.

Nah, KRIS ini menetapkan standar minimum untuk pelayanan rawat inap bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jadi, semua peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan layanan yang sama rata, tanpa terkotak-kotak lagi berdasarkan kelas.

Rencananya, KRIS akan mulai berlaku paling lambat tanggal 30 Juni 2025. Tapi, beberapa rumah sakit yang sudah siap bisa menerapkannya lebih cepat, lho!

Kemenkes: Hampir 2000 Rumah Sakit Siap Terapkan KRIS

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, KRIS akan diterapkan di semua jenis rumah sakit di Indonesia. Kabar baiknya, hampir 2000 rumah sakit sudah siap menjalankan sistem ini!

12 Kriteria KRIS

Agar bisa menerapkan KRIS, rumah sakit harus memenuhi 12 kriteria berikut:

  1. Bangunan: Tidak memiliki tingkat porositas yang tinggi.
  2. Ventilasi: Pertukaran udara minimal 6 kali pergantian per jam.
  3. Pencahayaan: 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk tidur.
  4. Tempat Tidur: Dilengkapi 2 kotak kontak dan nurse call.
  5. Tenaga Kesehatan: Tersedia nakes per tempat tidur.
  6. Suhu Ruangan: Stabil antara 20 hingga 26 derajat Celsius.
  7. Pembagian Ruangan: Berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit.
  8. Kepadatan: Maksimal 4 tempat tidur per ruangan, dengan jarak antar tempat tidur minimal 1,5 meter.
  9. Tirai/Partisi: Dipasang menempel di plafon atau menggantung.
  10. Kamar Mandi: Tersedia dalam ruang rawat inap.
  11. Aksesibilitas: Kamar mandi sesuai standar aksesibilitas.
  12. Outlet Oksigen: Tersedia di setiap ruangan.

Rumah Sakit yang Belum Siap, Terancam Diputus Kerjasama

Buat rumah sakit yang belum memenuhi kriteria KRIS hingga 30 Juni 2025, Kemenkes akan menghentikan kerjasama mereka dengan BPJS Kesehatan. Jadi, mereka harus segera berbenah, nih!

Iuran BPJS Kesehatan Tetap Sama

Walaupun sistem KRIS bisa diterapkan lebih cepat, besaran iuran BPJS Kesehatan masih tetap sama seperti sebelumnya, lho. Presiden Joko Widodo sendiri yang bilang kalau iuran BPJS Kesehatan tidak akan naik hingga tahun 2024.

Berikut besaran iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri:

  • Kelas I: Rp 150.000 per bulan
  • Kelas II: Rp 100.000 per bulan
  • Kelas III: Rp 35.000 per bulan (setelah subsidi pemerintah Rp 7.000)

Sampai saat ini, manfaat, tarif, dan iuran KRIS BPJS Kesehatan belum ditetapkan secara rinci. Kita tunggu saja pengumuman resminya paling lambat 1 Juli 2025, ya!

Keuntungan Sistem KRIS

Dengan adanya sistem KRIS, diharapkan kualitas layanan rawat inap bagi peserta BPJS Kesehatan akan meningkat. Semua peserta akan mendapatkan pelayanan yang adil dan setara, sesuai prinsip gotong royong dalam UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka