Michael Leonardo

Halo sahabat Brainy!

Hari ini, kita membahas kecelakaan mengerikan yang terjadi di jalur Subang-Bandung, tepatnya di daerah Ciater. Sebuah bus pariwisata menabrak beberapa kendaraan dan terguling, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Tragisnya, korban kebanyakan adalah pelajar yang sedang berwisata.

Jalanan Subang-Bandung di Ciater itu dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan, apalagi jalur yang menurun dan menanjak. Saking banyaknya kecelakaan, sampai-sampai ada satu tanjakan yang diberi nama Tanjakan Emen.

Mitos Tanjakan Emen

Konon katanya, Tanjakan Emen ini dihuni oleh sosok bernama Emen. Ada yang percaya dia adalah korban kecelakaan, ada juga yang bilang dia kernet angkutan umum. Orang-orang percaya kalau tidak memberikan sesajen atau melempar rokok saat melewati tanjakan ini, Emen akan "mengganggu".

Tapi sahabat Brainy, jangan percaya mitos itu! Kecelakaan di Tanjakan Emen punya alasan logis di baliknya, seperti kendaraan yang tidak berfungsi baik, sopir yang tidak menguasai medan, atau jalanan yang memang curam.

Catatan Kelam

Bukan hanya kali ini saja terjadi kecelakaan di jalur Subang-Bandung. Selama 12 tahun terakhir, korban jiwa kecelakaan di sana sudah mencapai 52 orang. Sebagian besar disebabkan oleh kelalaian pengemudi atau rem blong.

Kementerian Perhubungan pun diminta untuk memasang rambu-rambu dan jalur penyelamatan untuk mencegah kecelakaan terulang.

Jadi, sahabat Brainy, kalau lewat jalur Subang-Bandung, terutama di daerah Ciater, selalu hati-hati ya! Pastikan kendaraan dalam kondisi baik, sopirnya berpengalaman, dan jangan lupa patuhi rambu-rambu lalu lintas.

Mobil derek berusaha mengevakuasi bus yang terlibat kecelakaan di desa.

Ingat, keselamatan di jalan itu nomor satu. Jangan sampai kita menjadi korban berikutnya!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka