Michael Leonardo

Hai Sahabat Brainy, ada kabar yang cukup mengejutkan nih! Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, diduga dikuntit oleh anggota Densus 88 Antiteror Polri. Wah, kok bisa ya?

Kejadiannya bermula saat Febrie sedang asyik makan malam di sebuah restoran Perancis di Jakarta Selatan. Tahu-tahu, ada anggota Densus 88 yang membuntutinya. Untungnya, aksi anggota Densus 88 ini ketahuan oleh Polisi Militer yang sedang bertugas mengawal Febrie.

Tanggapan Jokowi

Mendengar kabar ini, Presiden Jokowi langsung memanggil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, ke Istana Negara.

Sayangnya, saat ditanya wartawan tentang hasil pertemuan tersebut, Jokowi tidak memberikan jawaban yang jelas. Beliau hanya melempar pertanyaan ke Kapolri, "Tanyakan ke Kapolri, Kapolri kan ada. Tanyakan ke Kapolri langsung," kata Jokowi sambil menunjuk Listyo.

Waduh, makin bikin penasaran aja nih, Sahabat Brainy!

Klarifikasi Kejaksaan Agung

Sementara itu, Kejaksaan Agung mengonfirmasi bahwa memang benar telah terjadi peristiwa penguntitan terhadap Jampidsus oleh anggota Densus 88.

Anggota Densus 88 yang tertangkap basah membuntuti Febrie kemudian dibawa ke Gedung Kejaksaan Agung untuk diperiksa. Setelah diselidiki, ternyata anggota Densus 88 tersebut juga telah melakukan profiling terhadap Febrie dengan cara mengambil fotonya secara diam-diam.

Juru Bicara Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dalam konferensi pers
Juru Bicara Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dalam konferensi pers

Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Divisi Pengamanan Internal (Paminal) Propam Polri untuk ditindaklanjuti.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Polri mengenai motif di balik aksi penguntitan ini. Kita tunggu saja kabar selanjutnya ya, Sahabat Brainy!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka