Michael Leonardo

Hai, sahabat Brainy! Kalian pasti udah denger tentang Neuralink, kan? Itu loh, proyek ambisius Elon Musk yang mau bikin perangkat komputer nyatu sama otak manusia. Tujuannya sih keren banget, kita bisa ngontrol komputer cuma pake pikiran!

Ilustrasi Neuralink, perusahaan Elon Musk.

Nah, awal tahun ini Neuralink dicoba ke manusia pertama kalinya. Pasiennya seorang pria yang lumpuh, dan operasinya berjalan lancar. Dia bahkan bisa gerakin kursor komputer cuma pake pikiran! Sayangnya, beberapa minggu kemudian, kemampuannya melemah karena perangkat Neuralink-nya bermasalah. Hmm, kenapa ya?

Elon Musk bikin Neuralink tahun 2016 dengan misi besar: ngehubungin otak dan komputer. Bayangin, kita bisa browsing, ngitung, bahkan main game cuma pake pikiran! Nggak cuma itu, Neuralink juga diharapkan bisa bantu orang lumpuh buat ngontrol anggota tubuh buatan lewat otak. Keren banget, kan?

Neuralink sendiri seukuran koin dan ditanam di bawah tengkorak. Kabel-kabel kecil dari perangkat ini nyambung ke otak buat baca aktivitas neuron. Sebelum dicoba ke manusia, Neuralink udah diuji coba ke babi dan monyet. Hasilnya? Monyet bisa main video game cuma pake pikiran!

Masalah Muncul, Kursor Lemah

Noland Arbaugh, pria lumpuh yang pertama kali nerima implan Neuralink, awalnya bisa ngontrol kursor komputer pake pikiran. Tapi, di bulan Mei 2024, perangkat Neuralink-nya mulai bermasalah.

Beberapa benang elektroda di perangkatnya narik jaringan otak Noland, alhasil data yang dikirim makin sedikit. Akibatnya, kecepatan dan akurasi kontrol kursornya juga menurun.

Neuralink berusaha ngatasin masalah ini dengan update software. Kecepatan kontrol kursor Noland pun meningkat lagi. Sekarang, Neuralink lagi fokus ningkatin kemampuan teks dan kontrol kursor lewat pikiran, serta ngembangin fungsi baru, kayak ngontrol robot dan kursi roda pake pikiran.

Apa Penyebab Gangguan?

Para ahli menduga, masalah ini muncul karena benang penghubung otak ke komputer dipasang di tulang tengkorak, bukan di permukaan jaringan otak. Padahal, otak kita selalu bergerak, bahkan saat cuma ngangguk. Pergerakan ini bisa bikin benang elektroda bergeser dan ganggu kinerja Neuralink.

Selain itu, Neuralink sebelumnya cuma diuji ke hewan yang otaknya lebih kecil. Bisa jadi, tim peneliti Neuralink belum sepenuhnya paham gimana perangkat ini bakal bekerja di otak manusia yang lebih besar dan kompleks.

Untungnya, masalah ini nggak ngebahayain pasien. Tapi, kegagalan ini bisa nghambat proses persetujuan Neuralink.

Nah, meskipun masih ada tantangan, penelitian Neuralink tetep punya potensi besar buat mengubah hidup manusia. Kita tunggu aja perkembangan selanjutnya, sahabat Brainy!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka