Michael Leonardo

Hai Sahabat Brainy! Kalian pasti udah familiar banget sama tabung gas warna hijau yang biasa disebut gas melon. Nah, Kementerian ESDM baru-baru ini ngaku kalau ternyata elpiji 3 kg yang selama ini kita beli itu isinya enggak benar-benar 3 kg lho! Loh kok bisa? Yuk kita simak penjelasannya!

Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg. Kementerian ESDM mengakui elpiji 3 kg subsidi yang dibeli masyarakat tidak terisi penuh.

Jadi, Kementerian ESDM bilang kalau ada perbedaan cara ngitung isi atau volume elpiji di dalam tabung. Memang, saat diisi di SPBU, sistem otomatis bakal berhenti pas timbangan udah nunjukkin angka 3 kg.

Masalahnya, ternyata enggak semua isi elpiji itu bisa kepakai sampai habis. Jadi, pas tabungnya kosong dan diisi ulang, masih ada sisa gas dari pengisian sebelumnya. Makanya, isi ulang gas melon itu enggak pernah benar-benar 3 kg, bisa 2,9 kg atau 2,95 kg.

Meskipun begitu, Kementerian ESDM bilang masyarakat tetap untung karena harga elpiji 3 kg jauh lebih murah daripada elpiji non-subsidi.

Terus, bagaimana dengan subsidi dari pemerintah? Tenang, subsidi tetap dibayar sesuai dengan volume gas yang dipakai masyarakat, kok. Jadi, pemerintah ngitungnya bukan dari jumlah tabung yang terjual, tapi dari volume gas yang benar-benar dipakai.

Nah, meskipun penjelasannya logis, tapi tetap aja banyak pihak yang merasa hal ini kurang adil. Mereka bilang masyarakat tetap bayar harga penuh, tapi isinya enggak sesuai. Gimana menurut Sahabat Brainy?

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka