Askara Indrayana

Hai Sahabat Brainy! Ada kabar kurang mengenakkan nih dari dunia maya. Ticketmaster, platform jual beli tiket konser dan acara terkenal, diduga kena breach data lagi, lho! Kali ini, kabarnya data sekitar 560 juta akun pengguna mereka bocor ke tangan jahil. Selain Ticketmaster, Bank Santander juga mengonfirmasi kejadian serupa. Duh, serem banget, ya?

Sebuah laptop dikelilingi oleh kotak pesan hijau dan merah muda yang bertuliskan

Dari hasil penyelidikan, ternyata kedua perusahaan besar ini diduga kuat jadi korban pembobolan cloud storage milik perusahaan bernama Snowflake. Waduh, kok bisa?

Jadi begini Sahabat Brainy, ceritanya ada seorang hacker yang berhasil mendapatkan akses ke akun Snowflake milik seorang karyawan. Nah, si hacker ini cerdik banget, dia bisa ngelewatin sistem keamanan Snowflake dan dapetin banyak banget informasi penting dari Ticketmaster dan Santander!

Parahnya lagi, kabarnya hacker ini juga ngincer ratusan perusahaan lain yang pakai jasa Snowflake, lho! Sebut saja perusahaan sekelas AT&T, HP, Instacart, DoorDash, NBCUniversal, dan Mastercard, semuanya terancam!

Kelompok hacker yang diduga bertanggung jawab atas kekacauan ini bernama ShinyHunters. Mereka dengan tega menjual data Ticketmaster di dark web dengan harga fantastis, yaitu 500 ribu dolar AS! Gila, ya?

Enggak cuma itu, ShinyHunters juga mengaku sebagai dalang di balik bocornya data 30 juta pelanggan Bank Santander. Data-data ini juga mereka jajakan di dark web dengan harga selangit.

Meskipun bukti-bukti udah banyak banget, Snowflake sendiri masih belum ngaku kalau sistem keamanannya jebol. Mereka ngotot bilang kalau hacker cuma berhasil masuk ke akun demo milik mantan karyawan yang udah enggak aktif. Tapi ya gitu, Sahabat Brainy, namanya juga hacker, pasti jago banget nyari celah.

Di sisi lain, Ticketmaster sendiri masih bungkam seribu bahasa soal kebenaran berita breach data ini. Akan tetapi, beberapa pakar keamanan siber udah mastiin kalau data-data yang bocor itu asli! Waduh, gawat!

Data-data yang bocor ini bukan kaleng-kaleng, Sahabat Brainy. Mulai dari nama lengkap, alamat email, alamat rumah, nomor telepon, sampai informasi kartu kredit, semuanya lengkap! Bahkan, ada juga data lawas dari pertengahan tahun 2000-an. Kebayang kan, betapa berharganya informasi ini buat para penjahat siber?

Nah, belajar dari kasus ini, yuk kita sama-sama lebih waspada dalam menjaga keamanan data pribadi! Ganti password secara berkala, aktifkan verifikasi dua langkah, dan jangan sembarangan kasih data pribadi ke orang lain, ya!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka