Askara Indrayana

Logo Temu yang berwarna-warni

Kabar terbaru nih, Sahabat Brainy! Platform belanja online Temu yang lagi hits dari Tiongkok, bakal menghadapi peraturan yang lebih ketat di Uni Eropa.

Kenapa? Karena European Commission (Komisi Eropa) menobatkan Temu sebagai Very Large Online Platform (VLOP) alias platform online raksasa, berdasarkan Digital Services Act (DSA). Wah, apa tuh?

Jadi gini, Komisi Eropa bilang kalau Temu punya lebih dari 45 juta pengguna aktif bulanan di Uni Eropa. Jumlah segitu udah masuk kategori VLOP, makanya Temu harus nurut sama aturan DSA yang paling ketat.

Aturan Ketat untuk Keamanan

Aturan ini dibuat bukan untuk menyulitkan, lho, tapi lebih ke keamanan dan kenyamanan kita sebagai pengguna. Beberapa hal yang harus diawasi Temu antara lain:

  • Barang Palsu: Nggak lucu kan, beli barang asli yang datang malah KW? Temu wajib banget nih, jaga-jaga biar platformnya bebas dari barang palsu.
  • Produk Ilegal: Produk terlarang atau berbahaya jelas nggak boleh dijual bebas dong.
  • Pelanggaran Hak Cipta: Desain atau produk yang melanggar hak cipta orang lain juga harus ditertibkan.

Sebenernya, Temu bukan satu-satunya platform yang kena aturan ini. Bulan lalu, platform fashion Shein juga udah lebih dulu dapat predikat VLOP.

Bukan Cuma di Eropa

Nggak cuma di Eropa, di Amerika Serikat juga Temu lagi disorot nih, Sahabat Brainy. Beberapa anggota parlemen di sana bahkan sempet ngajuin usulan buat ngelarang impor produk dari Temu. Alasannya karena ada dugaan pekerja paksa di beberapa supplier Temu. Wah, semoga masalahnya cepat selesai ya.

Apa yang Harus Dilakukan Temu?

Biar tetap eksis dan dipercaya, Temu punya waktu empat bulan buat ngasih laporan awal tentang risiko sistemik platformnya ke Komisi Eropa. Nggak cuma sekali, laporan ini harus rutin dikasih setiap tahun.

Selain itu, Temu juga wajib:

  • Meningkatkan perlindungan konsumen: Misalnya dengan mempermudah proses pengembalian barang, refund, dan komplain.
  • Menerbitkan laporan transparansi: Setiap enam bulan sekali, Temu harus terbuka soal moderasi konten di platformnya.

Gimana menurut Sahabat Brainy? Setuju nggak kalau platform online diawasi lebih ketat? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka