Askara Indrayana

Hai sahabat Brainy!

Google baru-baru ini meluncurkan sebuah alat kecerdasan buatan (AI) bernama Gemini yang bisa membuat gambar dari kata-kata kita. Tapi, ada masalah muncul saat alat ini kebanyakan menampilkan gambar orang kulit berwarna, bahkan ketika tidak seharusnya.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ketika orang-orang mencoba membuat gambar orang kulit putih menggunakan Gemini, mereka sering gagal. Sementara itu, alat AI ini terus-terusan menampilkan gambar wanita dan orang-orang kulit berwarna. Ini memicu kemarahan pengguna, terutama ketika gambar tersebut tidak sesuai konteks. Misalnya, Gemini menggambarkan paus sebagai pria kulit hitam dan tentara Yunani Kuno sebagai wanita Asia.

Bagaimana Cara Kerja Gemini?

Gemini adalah alat AI yang menggabungkan teknologi dari dua alat AI Google lainnya: Bard (chatbot) dan Imagen (pembuat gambar dari teks). Alat ini dilatih dengan sejumlah besar data, termasuk gambar dan teks. Saat kita memberikan perintah, Gemini akan menggunakan data ini untuk menghasilkan gambar yang sesuai.

Mengapa Gemini Bias terhadap Orang Kulit Berwarna?

Sebenarnya, Gemini dibuat untuk menghindari bias dan menunjukkan representasi yang lebih beragam. Tapi, upaya ini justru menghasilkan masalah. Gemini menambahkan istilah tambahan pada perintah pengguna, seperti "kulit hitam" atau "wanita", untuk memastikan keberagaman. Namun, hal ini terkadang menghasilkan gambar yang tidak sesuai. Misalnya, ketika orang meminta gambar Nazi, Gemini malah membuat Nazi berkulit hitam.

Reaksi Masyarakat

Kontroversi ini memicu reaksi beragam. Ada yang mengecam Google karena mendorong agenda "woke" dengan menampilkan terlalu banyak orang kulit berwarna. Sementara yang lain mengkritik Gemini karena menyinggung kelompok minoritas dengan menampilkan mereka dalam konteks yang tidak pantas.

Tanggapan Google

Google mengakui bahwa Gemini salah mengartikan beberapa perintah pengguna dan menghasilkan gambar yang menyinggung. Mereka mengatakan bahwa alat ini masih dalam pengembangan dan akan diperbaiki sebelum dirilis kembali.

Dampak pada Google

Kontroversi ini berdampak buruk pada Google. Harga saham perusahaan induk Google, Alphabet, anjlok hampir $96,9 miliar setelah kejadian ini.

Kesimpulan

Kontroversi Gemini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh alat AI dalam hal representasi dan bias. Google masih berupaya memperbaiki Gemini, namun masih belum jelas kapan alat ini akan kembali tersedia untuk digunakan.

CEO Google Sundar Pichai mengakui bahwa alat Gemini Google telah menyinggung pengguna.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka