Askara Indrayana

Halo sahabat Brainy! Baru-baru ini ada festival film keren di New York, namanya AI Film Festival (AIFF). Festival ini diselenggarakan oleh Runway, perusahaan yang fokus pada pengembangan tools kreatif berbasis AI. AIFF bertujuan untuk mengeksplorasi perpaduan antara AI dan dunia perfilman.

Serunya, tahun ini jumlah film yang diikutsertakan melonjak drastis, lebih dari 2.500 film, lho! Padahal, tahun lalu hanya sekitar 300 film. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap penggunaan AI dalam pembuatan film semakin tinggi.

Spanduk yang mengumumkan pemutaran film finalis. Runway

Film-film yang ditampilkan memiliki durasi antara 1-10 menit dan menggunakan AI di berbagai tahap produksi. Dewan juri terdiri dari para filmmaker dan eksekutif berpengalaman, termasuk Paul Trillo, Cristobal Valenzuela, Claire Evans, Bryn Mooser (Documentary+), Richard Kerris (Nvidia), dan lainnya.

Hadiah Fantastis

Enggak cuma gengsi, festival ini juga menawarkan hadiah yang fantastis!

Kategori Hadiah Kredit Runway
Grand Prix $15.000 1.000.000
Gold $10.000 500.000
Silver $5.000 500.000

Tahun ini, film "Get Me Out" karya Daniel Antebi berhasil meraih Grand Prix. Film ini menyentuh hati dan menunjukkan bagaimana AI dapat meningkatkan kedalaman visual dan emosional cerita. Daniel Antebi sendiri adalah seorang sutradara berbakat yang telah menghasilkan film-film pendek yang mendapat penghargaan di festival film bergengsi seperti Sundance dan SXSW.

Para pendiri Runway (dari kiri) Anastasis Germanidis, Alejandro Matamala-Ortiz dan Cristóbal Valenzuela adalah imigran yang bertemu saat belajar sebagai mahasiswa seni di New York University. Runway

Runway: Perusahaan di Balik AIFF

Runway didirikan pada tahun 2018 oleh Cristobal Valenzuela, Anastasis Germanidis, dan Alejandro Matamala-Ortiz. Runway telah menjadi perusahaan terkemuka dalam menyediakan tools kreatif berbasis AI. Pada bulan Juni 2023, Runway berhasil mendapatkan pendanaan sebesar $141 juta yang dipimpin oleh perusahaan raksasa seperti Google dan Nvidia, sehingga total investasi Runway mencapai $237 juta.

Masa Depan AI dalam Perfilman

Valenzuela, CEO Runway, memiliki visi yang ambisius untuk masa depan AI dalam pembuatan video. Ia percaya bahwa AI dapat digunakan untuk menghasilkan seluruh lingkungan visual, bukan hanya video pendek.

"Pembuatan video hanyalah tahap transisi menuju pengembangan model dunia yang dapat menghasilkan seluruh lingkungan visual," ujar Valenzuela.

Perubahan ini bertujuan untuk mendemokratisasi dan mempercepat proses kreatif, mengubah secara fundamental cara seni diproduksi dan dikonsumsi.

Meskipun demikian, teknologi AI dalam perfilman masih tergolong baru. Para filmmaker masih menghadapi berbagai kendala, seperti kemampuan AI yang terbatas dalam membuat video pendek, kontinuitas karakter, dan sinkronisasi bibir.

Namun, kita patut optimis dengan masa depan AI dalam perfilman. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, bukan tidak mungkin AI akan menjadi alat yang sangat powerful untuk menciptakan karya-karya film yang inovatif dan memukau.

So, sahabat Brainy, gimana menurut kamu? Apakah AI akan mengubah wajah perfilman di masa depan?

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka