Askara Indrayana

Sahabat Brainy, pernah dengar istilah "Digital Silk Road"? Ini adalah proyek ambisius dari China untuk membangun infrastruktur digital di berbagai negara, seperti kabel bawah laut, satelit, koneksi 5G, dan lainnya. Kedengarannya canggih, kan? Tapi ada sisi lain yang perlu kita waspadai.

Bendera-bendera Tiongkok dan kamera pengintai

Lembaga pengawas hak asasi manusia telah mengeluarkan peringatan bahwa di balik proyek ini, China ternyata punya agenda tersembunyi: menyebarkan model internet tersensor dan diawasi ketat ke negara-negara lain. Bayangkan, internet yang kita nikmati sekarang, yang bebas dan terbuka, bisa berubah drastis menjadi internet yang penuh pengawasan dan pembatasan!

Modus Operandi: Digital Silk Road dan Pengaruh Perusahaan Teknologi China

Bagaimana cara China menjalankan agendanya? Berikut beberapa poin penting:

  • Digital Silk Road sebagai Kedok: Proyek ini seolah-olah bertujuan untuk memperluas akses internet di berbagai negara. Namun, sejatinya, China ingin memanfaatkannya untuk mempromosikan industri teknologinya sendiri dan membentuk standar internet global yang sesuai dengan kepentingannya.
  • Perusahaan Teknologi China sebagai "Proxy": Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa China, seperti Huawei, ZTE, dan Alibaba, berperan sebagai "proxy" atau perpanjangan tangan Partai Komunis China. Mereka menjalankan misi untuk menyebarkan pengaruh China di negara-negara lain.
  • Kerjasama Teknis: China telah menandatangani banyak perjanjian standar teknis dengan negara-negara yang berpartisipasi dalam Belt and Road Initiative, termasuk negara-negara di Asia Tenggara seperti Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Thailand.
  • Fokus pada Asia Pasifik: Kawasan Asia Pasifik menjadi target utama China karena dianggap strategis untuk menyebarkan teknologi generasi terbaru dan mendapatkan dukungan global untuk model internet otoriternya.

Kamboja: Contoh Nyata Penerapan Model Internet ala China

Kamboja menjadi salah satu contoh negara yang telah mengadopsi model internet ala China. Negara ini tengah membangun "National Internet Gateway" yang mirip dengan "Great Firewall" China, yang dikenal karena membatasi akses ke berbagai situs web, termasuk media Barat, Wikipedia, dan media sosial.

Dampak Negatif Model Internet Tersensor

Model internet tersensor dan diawasi ketat memiliki dampak negatif yang luas, antara lain:

  • Pembatasan Kebebasan Berekspresi: Masyarakat tidak lagi bebas mengakses informasi dan menyampaikan pendapatnya secara terbuka.
  • Pengawasan Massal: Aktivitas online masyarakat diawasi secara ketat, mengancam privasi dan kebebasan individu.
  • Manipulasi Informasi: Pemerintah dapat dengan mudah memanipulasi informasi dan menyebarkan propaganda untuk mengontrol opini publik.

Kewaspadaan Terhadap Pengaruh China

Sahabat Brainy, kita perlu waspada terhadap agenda China ini. Jangan sampai internet yang kita nikmati sekarang, yang bebas dan terbuka, berubah menjadi internet yang penuh pengawasan dan pembatasan.

Mari kita kritisi dan awasi proyek-proyek China seperti Digital Silk Road. Pastikan proyek tersebut benar-benar bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk menyebarkan model internet otoriter yang mengancam kebebasan dan demokrasi.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka