Askara Indrayana

Sahabat Brainy, siap-siap untuk fenomena alam yang langka! National Weather Service Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tentang badai geomagnetik "parah" yang akan melanda bumi pada Jumat malam. Badai ini, yang disebabkan oleh ledakan plasma dan partikel magnet dari Matahari (dikenal sebagai coronal mass ejections atau CME), berpotensi mengganggu infrastruktur penting seperti jaringan listrik, kabel internet, dan satelit.

Ini adalah pertama kalinya sejak 2005 Amerika Serikat mengeluarkan peringatan untuk badai level G4, level kedua tertinggi pada skala badai geomagnetik. Operator infrastruktur penting telah diberitahu untuk mengambil tindakan pencegahan.

Jaringan listrik dengan latar belakang langit malam berwarna ungu.

Dalam skenario terburuk, partikel-partikel bermuatan yang menuju Bumi ini dapat menyebabkan pemadaman listrik dan mengganggu layanan yang bergantung pada satelit, termasuk GPS. Namun, jika operator jaringan listrik dan satelit dapat memperkuat infrastruktur mereka sebelumnya, dan jika badai tidak menjadi lebih ekstrem dari yang diperkirakan, kita mungkin tidak akan merasakan dampak yang signifikan, kecuali mungkin aurora yang akan lebih mudah terlihat.

Meskipun waktu puncak badai belum pasti, diperkirakan akan terjadi pada Jumat malam atau Sabtu malam. Para ahli hanya memiliki waktu 20-45 menit untuk mengeluarkan peringatan sebelum badai mencapai Bumi.

Bagaimana Badai Geomagnetik Mempengaruhi Infrastruktur?

Saat CME mencapai Bumi, mereka berinteraksi dengan medan magnet planet kita. Interaksi ini dapat menginduksi arus listrik ke dalam saluran listrik, rel kereta api, pipa, dan infrastruktur panjang lainnya yang dapat menghantarkan listrik.

Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 1859, yang dikenal sebagai Carrington Event. Badai geomagnetik G5 saat itu melumpuhkan mesin telegraf di seluruh dunia. Saat ini, dengan teknologi yang jauh lebih kompleks, potensi kerusakan bisa jauh lebih besar.

Pemadaman listrik tidak hanya akan mempengaruhi rumah dan bisnis, tetapi juga dapat memutus aliran listrik ke jaringan kabel serat optik bawah laut yang mendukung internet. Untungnya, para ahli percaya bahwa sistem ini memiliki redundansi yang cukup untuk menghindari masalah besar.

Dampak pada Satelit dan Komunikasi

Badai geomagnetik juga dapat mempengaruhi atmosfer Bumi, yang dapat menimbulkan risiko bagi satelit. Lapisan atas atmosfer, yang disebut ionosfer, menjadi lebih padat selama badai, menciptakan hambatan bagi satelit di orbit Bumi yang lebih rendah.

Hambatan ini dapat memperlambat satelit dan menyebabkan mereka kehilangan ketinggian jika tindakan yang tepat tidak diambil. Pada tahun 2022, badai geomagnetik diduga menyebabkan hilangnya sekitar 40 satelit Starlink yang tidak dapat mencapai orbit yang tepat.

Perubahan ionosfer juga dapat mempengaruhi komunikasi radio frekuensi tinggi dan GPS, berpotensi mengganggu sinyal antara satelit GPS dan penerima di Bumi.

Sisi Baiknya: Aurora yang Spektakuler

Meskipun ada potensi gangguan, badai geomagnetik juga membawa sisi baik: lebih banyak orang dapat menyaksikan aurora borealis dan aurora australis. Aurora adalah hasil dari interaksi partikel dari badai matahari dengan atmosfer Bumi.

Pada tahun 1859, aurora borealis terlihat hingga Amerika Tengah. Kali ini, aurora mungkin dapat dilihat hingga selatan Alabama.

Jadi, sahabat Brainy, meskipun ada potensi gangguan, mari kita juga bersiap untuk menikmati pertunjukan cahaya yang spektakuler di langit!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka