Askara Indrayana

Hai sahabat Brainy! Lebih dari 40 orang yang bekerja di tim operasi konten YouTube Music dipecat pada bulan Februari, kira-kira setahun setelah mereka melakukan aksi mogok kerja. Kejadian ini memicu reaksi keras dari anggota Kongres AS.

Logo YouTube dengan desain geometris di latar belakang

Pada hari Kamis, 46 anggota Kongres dari Partai Demokrat mengirimkan surat kepada Badan Hubungan Perburuhan Nasional (NLRB). Mereka mendesak badan tersebut untuk segera bertindak atas kasus yang diajukan oleh para kontraktor YouTube yang dipecat tersebut. Para kontraktor ini bekerja untuk menyetujui konten musik di platform YouTube.

Surat yang ditandatangani oleh sejumlah anggota Kongres terkemuka, termasuk Alexandria Ocasio-Cortez dan Ilhan Omar, menyatakan "keprihatinan serius" atas dugaan pembalasan dan tindakan koersif lainnya yang diambil terhadap para pekerja.

Bukan Kejadian Pertama

Surat itu juga menyoroti insiden serupa yang terjadi tahun lalu. Saat itu, para pekerja yang bertugas melatih chatbot AI Bard juga dipecat setelah mencoba untuk membentuk serikat pekerja.

Para pekerja YouTube Music mengatakan bahwa banyak dari mereka dibayar dengan upah minimum dan tidak mampu untuk mengikuti mandat kembali ke kantor yang ditetapkan oleh Google.

Mereka berpendapat bahwa biaya perjalanan ke kantor akan sangat mahal. Serikat pekerja Alphabet Workers Union-CWA yang mewakili para pekerja telah mengajukan beberapa pengaduan praktik perburuhan yang tidak adil terhadap Google dan kontraktornya, Cognizant.

Google Membantah Bertanggung Jawab

Google mengklaim bahwa keputusan untuk memberhentikan para kontraktor sepenuhnya berada di tangan Cognizant. Mereka juga berdalih bahwa Google tidak perlu bernegosiasi dengan para pekerja karena mereka dipekerjakan oleh kontraktor, bukan langsung oleh Google.

Namun, NLRB pada bulan Maret 2023 memutuskan bahwa Google mengendalikan tunjangan, jam kerja, dan arahan kerja para pekerja tersebut. Oleh karena itu, Google dapat dianggap sebagai pemberi kerja sebagian dan harus bertanggung jawab atas nasib para pekerja. Google mengajukan banding atas putusan tersebut, tetapi NLRB tetap pada keputusannya pada bulan Januari tahun ini.

Surat dari anggota Kongres tersebut menekankan pentingnya perlindungan bagi para pekerja di Google, Cognizant, dan perusahaan lain di seluruh Amerika Serikat dari pembalasan yang tidak adil karena menjalankan hak mereka untuk berserikat.

Mereka juga menyoroti bahwa tanggapan NLRB terhadap kasus ini akan menjadi preseden penting bagi pekerja dan perusahaan di seluruh Amerika.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka